
Di tengah maraknya pilihan mouse di pasaran, mencari mouse terbaik bisa terasa membingungkan. Apakah Anda seorang gamer yang membutuhkan respons instan, seorang desainer grafis yang mengutamakan presisi, atau pekerja kantoran yang mencari kenyamanan untuk penggunaan sepanjang hari? Jawabannya tidak tunggal. Mouse terbaik adalah mouse yang paling cocok dengan tangan, gaya hidup, dan aktivitas digital Anda.
Artikel ini akan memandu Anda melalui berbagai pertimbangan penting sehingga Anda bisa menemukan pasangan terbaik untuk aktivitas klik-dan-geser Anda, tanpa terjebak iklan atau spesifikasi yang tidak perlu.
Memahami Jenis Sensor: Jantung dari Sebuah Mouse

Sensor adalah otak dari sebuah mouse. Kinerjanya menentukan akurasi dan responsivitas. Secara umum, ada dua tipe sensor utama yang perlu Anda pahami sebelum menentukan pilihan.
- Sensor Optik: Teknologi ini menggunakan LED dan sensor cahaya untuk melacak pergerakan. Mouse dengan sensor optik cenderung lebih terjangkau, bekerja baik di berbagai permukaan (kecuali kaca atau permukaan reflektif), dan konsumsi dayanya lebih efisien. Ini menjadikannya pilihan solid untuk penggunaan sehari-hari dan gaming casual.
- Sensor Laser: Sensor laser menggunakan sinar laser untuk pelacakan, yang menghasilkan tingkat DPI (Dots Per Inch) yang sangat tinggi dan dapat bekerja di hampir semua permukaan, termasuk kaca. Namun, beberapa pengguna merasakan adanya akselerasi kecil yang dapat mengurangi presisi mutlak. Mouse laser sering kali menjadi favorit bagi pengguna yang membutuhkan sensitivitas ekstrem.
1. Mouse Gaming Terbaik untuk Kompetitif
Gamer kompetitif di Indonesia biasanya mencari mouse dengan latensi rendah, sensor presisi, dan grip nyaman untuk sesi panjang.
a. Logitech G Pro X Superlight 2

Mouse ini masih jadi raja di kalangan pro player Valorant dan CS2. Bobot hanya 60 gram, sensor HERO 2 dengan akurasi luar biasa, dan polling rate hingga 8.000 Hz. Desain simetris cocok untuk claw dan fingertip grip. Baterai tahan hingga 95 jam. Harga sekitar Rp2,1–2,4 juta, tapi worth it untuk yang serius main rank.
b. Razer Viper V3 Pro

Razer membawa kembali Viper series dengan upgrade besar. Sensor Focus Pro 35K, polling rate 8K (dengan dongle khusus), dan bobot 54 gram. Coating yang sedikit lebih grippy membuatnya nyaman untuk tangan berkeringat. Banyak pemain Indo pilih ini karena shape yang lebih besar dibanding Superlight—cocok untuk palm grip.
2. Mouse Wireless Terbaik untuk Produktivitas
Bagi yang kerja harian, editing, atau multitasking, prioritasnya adalah kenyamanan jangka panjang dan koneksi stabil.
a. Logitech MX Master 3S

Mouse ini tetap jadi favorit pekerja kantoran. Ergonomis sempurna untuk tangan Asia, scroll wheel elektromagnetik yang super halus, dan tombol gesture yang bisa diprogram untuk shortcut aplikasi. Baterai tahan hingga 70 hari, plus bisa charge cepat 1 menit untuk 3 jam penggunaan. Harga sekitar Rp1,6–1,9 juta.
b. Keychron M3 Mini / M6

Brand mechanical keyboard ini masuk ke dunia mouse dengan model yang sangat solid. M3 Mini (60g) cocok untuk yang suka ringan, sementara M6 (90g) lebih berat dan stabil. Sensor PAW3395, polling rate 1KHz, dan koneksi tri-mode (2.4GHz, Bluetooth, kabel). Harga jauh lebih terjangkau dibanding kompetitor premium.
3. Mouse Terbaik untuk Budget dan Value
Tidak semua orang bisa keluar budget jutaan. Untungnya, ada beberapa pilihan di bawah Rp500 ribu yang sangat kompeten.
a. Logitech G304 / G305 Lightspeed

Klasik yang tak pernah mati. Bobot 99 gram, sensor Hero 12K, baterai AA tahan hingga 250 jam. Untuk harga sekitar Rp400–500 ribu, performanya masih bisa bersaing dengan mouse mahal di game casual hingga semi-kompetitif.
b. Razer DeathAdder Essential / V2 X HyperSpeed

DeathAdder selalu punya shape yang nyaman untuk tangan besar. V2 X HyperSpeed versi wireless-nya punya sensor bagus dan baterai tahan lama. Cocok untuk yang suka grip palm dan tidak terlalu peduli bobot super ringan.
Memilih mouse terbaik pada akhirnya tergantung kebutuhan dan bentuk tanganmu. Kalau kamu gamer kompetitif, prioritaskan bobot ringan dan polling rate tinggi. Kalau kerja harian, pilih yang ergonomis dan punya fitur produktivitas. Yang pasti, jangan asal beli karena “mahal pasti bagus”—coba pegang langsung kalau memungkinkan.
Kamu lagi pakai mouse apa sekarang? Atau sudah punya incaran untuk tahun ini? Mouse favoritmu yang mana dan kenapa? Tulis di kolom komentar di bawah ini! Share artikel ini ke teman-teman yang juga lagi cari mous baru. Semoga menemukan yang paling pas buat tangan dan gaya mainmu. Selamat berburu mous terbaik!